Data terbaru BNPB menunjukkan, korban tewas sudah mencapai setidaknya 1347 orang, termasuk 34 pelajar yang ditemukan meninggal dunia di bawah reruntuhan gereja di Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, pada Selasa (1/10).
Jumlah korban tewas terus meningkat, dan sekarang mencapai 1374, dalam data yang tercatat BNPB sampai Selasa (2/10) pukul 17:00.
Hal ini diungkapkan Kepala BNPB Willem Rampangile, dalam jumpa pers di posko penanganan bencana, Palu.
"Adapun yang hilang 113 orang, dan masih ada beberapa mayat yang masih tertimbun, dan kita masih belum tahu berapa jumlahnya," ungkap Willem, menyerupai dilaporkan wartawan BBC News Indonesia, Heyder Affan.
Menurut Willem, ketika ini BNPB masih berfokus pada upaya pencarian dan penyelamatan.
"Kita mengarahkan SDM mulai Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan yang mengoperasikan alat berat yaitu dari PUPR: semua kita kerahkan, untuk evakuasi," jelasnya
Para korban, berdasarkan juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, berasal dari Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong.
"Namun kita memilah korban berdasarkan kabupaten, sulit. Karena tim SAR campuran ketika menerima jenazah, eksklusif dibawa ke rumah sakit. Dan rumah sakit ada di Palu," kata Sutopo, dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (2/10) siang.
Di antara para korban meninggal dunia terdapat 34 pelajar yang ditemukan di bawah reruntuhan gereja di Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, pada Selasa (1/10).
Saat ini, sejumlah relawan masih berupaya mengevakuasi ke-34 mayat tersebut.
"Kondisi lumpur di kawasan itu begitu parah. Kami harus berjalan sekitar 1,5 jam untuk mencapai (area longsor) sehingga upayanya amat sulit," kata Ridwan Sobri, juru bicara Palang Merah Indonesia kepada BBC.
Dia menambahkan, identitas dan usia para pelajar belum sanggup dikonfirmasi.
PMI, sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP, semula menerima laporan bahwa ada 86 pelajar yang hilang ketika mengikuti program pendalaman Injil di Gereja Jonooge, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Belum jelas, apakah 34 mayat yang ditemukan di bawah reruntuhan gereja merupakan bab dari 86 pelajar yang dilaporkan hilang.
Kecamatan Sigi Biromaru berjarak sekitar 20 kilometer sebelah selatan Kota Palu. Jika kondisi jalan normal, kecamatan tersebut sanggup dijangkau memakai kendaraan bermotor dari Kota Palu kurang dari satu jam.
Akan tetapi, gempa-tsunami yang melanda Kota Palu dan sekitarnya mengakibatkan sejumlah jalan rusak dan tidak sanggup diakses. Pasokan listrik terhenti dan jaringan telekomunikasi lumpuh.
Jumlah korban sangat mungkin bertambah karena banyak yang belum sanggup dievakuasi dari reruntuhan bangunan. Data dari kawasan lainnya, menyerupai Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong belum diproleh secara lancar kendati sudah mulai sanggup dijangkau, karena kerusakan infrastruktur.
