PKBNews - Jakarta. KH. Ma'ruf Amin bercerita soal terpilihnya beliau menjadi calon wakil presiden pendamping Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019. Ma'ruf Amin menyadari soal usia yang tak lagi muda. Tapi Ma'ruf mengaku punya tujuan untuk generasi selanjutnya.
"Semua orang itu tahu jikalau saya tua, Pak Jokowi juga tahu saya tua. Tapi Pak Jokowi menentukan saya, berarti nyaman. Orang renta mana mau jadi wakil presiden? Tapi saya mau menanam pohon bukan untuk diri saya, tapi saya menanam pohon untuk generasi selanjutnya. Saya sudah siapkan landasan, sudah siapkan runway supaya nanti bersama Pak Jokowi dapat Mikraj, bukan Isra saja," kata Ma'ruf dalam sambutannya ketika menghadiri Thoriqoh Qodariyah Naqsabandiyah se-Jabodetabek di Pondok Pesantren Jagat Arsy, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (13/10/2018).
Meski usia sudah tua, Ma'ruf mengaku punya semangat muda. Semangat ini juga ditunjukkan Ma'ruf ketika bertemu dengan Mahathir Mohamad.
Selain itu, Ma'ruf menunjukan kiprah yang harus dijalaninya ketika pindah ke jalur struktural.
"Tugas saya sama saja menjaga negara, menjaga agama, menurut ahlussunnah waljamaah dan untuk penguatan umat melalui pembangunan di bidang ekonomi," paparnya.
Negara, menurutnya, harus dijaga biar tidak terjadi kegaduhan. Ma'ruf tak ingin ada kelompok yang merongrong Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
"Bagi saya, Pancasila itu titik temu antara banyak sekali elemen bangsa. Kebangsaan yang bertauhid. Undang-Undang Dasar '45 ialah akad nasional, bangsa, dan negara. Kaprikornus sebab itu Pancasila, Undang-Undang Dasar '45 ialah kesepakatan. Makanya saya menyebut negara ini negara kesepakatan," sebutnya.
"Saya lebih muda, semangat muda saya tumbuh," katanya.
