"Jaga pesantren dan pastikan keselamatan para kyai di daerahnya masing-masing. Kerahkan Garda Bangsa dan instrumen PKB lainnya untuk menciptakan penjagaan tertutup (tak terlihat) kepada para Kiai dan pesantren," kata Cak Imin.
Apa yang disampaikan Cak Imin tersebut merupakan salah satu pecahan perintah harian yang dikeluarkannya berkaitan dengan maraknya kekerasan terhadap ulama. Cak Imin meminta dilakukan penjagaan tertutup semoga tidak mengakibatkan imbas kecemasan di lingkungan pesantren.
"Penjagaan tertutup dilakukan semoga tidak menambah kekhawatiran dan rasa cemas di pesantren dan masyarakat sekitarnya. Karena salah satu tujuan teror yaitu merebaknya kecemasan dan kepanikan masyarakat," ujar Cak Imin.
Mantan Menteri Tenaga Kerja ini juga meminta masyarakat untuk tetap tenang. Tidak boleh ada kepanikan.
"Sampaikan kepada masyarakat sekitar untuk tetap hening dan waspada menghadapi isu teror ini sehingga tidak berkembang semakin liar yang dapat menimbulkan masyarakat sekitar panik. Beberapa insiden akhir-akhir ini bertujuan untuk mengadu domba dan melemahkan warga Nahdhiyin, PKB dan Umat Islam," ujar Cak Imin.
Mengenai kekerasan terhadap ulama dan pemuka agama ini, pemerintah menyatakan kejadian-kejadian tersebut tidak berkaitan satu sama lain.
"Ya tadi, penyampaian ke publik. Kita komunikasi komunikasi saya komunikasi terus dengan Pak Tito (Tito Karnavian) apa yang terjadi. Tetapi dari peristiwa-peristiwa yang kebetulan media begitu gencar memberitakan, maka yang paling gampang yaitu kita mencoba merangkai. oh ini ada kaitannya ini dan sebagainya, padahal tidak," kata Kepala Kantor Kepresidenan Moeldoko, Rabu (14/2/2018).
