ADS

Cak Imin Cawapres Muslim Dengan Elektabilitas Tertinggi

Ketum PKB Muhaimin Iskandar bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo (kiri), Tokoh Papua, Pastor Neles Tebay (kanan), mengikuti diskusi Gus Dur, Papua dan Paradigma Pembangunan, dalam rangka Harlah ke-19 PKB di Gedung DPP PKB, Jakarta, 26 Juli 2017. Dalam diskusi ini PKB mengingatkan pembangunan di Papua dihentikan terlepas dari tujuan utamanya yakni mewujudkan nilai-nilai kemanusiaan di atas segala-galanya. TEMPO/Imam Sukamto
Jakarta - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei terkait dengan elektabilitas calon wakil presiden 2019. Dari lima tokoh yang masuk daftar radar cawapres muslim versi LSI, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mempunyai elektabilitas tertinggi.

"Cak Imin mempunyai elektabilitas tertinggi dengan 14,9 persen, diikuti dengan Zulkifli Hasan 3,8 persen," kata peneliti LSI, Taufik Febri, dalam program diskusi di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 27 Januari 2018.

Tiga tokoh lain yang masuk radar cawapres yaitu Ketua DPD Partai Demokrat Nusa Tenggara Barat TGH. M. Zainul Majdi dengan 2,2 persen, Presiden PKS Sohibul Iman dengan 1,9 persen, dan Ketua Umum PPP Romahurmuziy dengan 1,1 persen.

Menurut Febri, nama lima tokoh cawapres tersebut muncul alasannya yaitu meningkatnya sentimen agama pasca-pilkada DKI Jakarta 2018. "Survei kami, sentimen agama naik dari 40 persen pada Maret 2016 menjadi 71,4 persen pada Januari 2018," katanya.

Sementara itu, pengamat politik Lingkar Madani, Ray Rangkuti, menilai, elektabilitas Muhaimin Iskandar akan semakin meningkat bila bekerja lebih keras. "Cak Imin ini yang paling berpotensi meningkat, sementara empat calon lainnya cenderung stagnan, bahkan mungkin cenderung menurun," kata Ray di lokasi yang sama.

Menurut Ray, elektabilitas Muhaimin Iskandar bakal naik alasannya yaitu ia merupakan sosok muda, mencerminkan Islam moderat, serta dapat menjadi tokoh Islam yang merangkul dan berdialog dengan lintas agama. "Cak Imin ini dapat diterima semua kalangan, baik muslim maupun nonmuslim," tuturnya.


Subscribe to receive free email updates:

ADS