![]() |
| Konferensi Pers LSI Denny JA, Januari 2018. (Foto: Indopos) |
JAKARTA, - Lembaga Survei Indonesia Denni JA mengeluarkan hasil survei bulan Januari 2018. Survei dilakukan pada 7 hingga 14 Januari 2018.
Metode survei dilakukan secara multistage random sampling dengan jumlah responden 1.200 orang. Wawancara dilakukan secara tatap muka memakai kuesioner, dilengkapi diskusi kelompok terarah (FGD) dan analisis media massa. Margin of error survei ini yakni 2,9 persen.
Denny JA dalam hasil surveinya mengambarkan perubahan elektabilitas partai politik yang dibandingkan dengan hasil Pemilihan Umum 2014 silam. Parpol penghuni tiga besar diantaranya PDIP, Golkar dan Gerindra mulai menggeliat.
Pasca Golkar dipimpin Airlangga Suhartarto, Elektabilitasnya mulai menggerus PDIP. Sementara, Gerindra masih konsisten dengan tingkat keterpilihan 11,45 kalau Pemilu legislatif dilaksanakan hari ini.
Penghuni posisi keempat dan kelima pada Pemilu 2014, Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa juga patut diperhitungkan. Tingkat keterpilihan Partai pimpinan abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) itu pada Desember 2017 yakni 5,5%, Januari 2018 naik 0,5% menjadi 6,0%.
"PKB dan Demokrat menjadi partai penentu, salah satu penopang partai tiga teratas untuk pencapresan," kata Rully, peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Rabu, 24 Januari 2018.
Peluang PKB untuk terus naik semakin besar seiring isu-isu yang berkembang ketika ini, ibarat info Islam dan keberagaman. Diketahui, PKB selalu konsisten memperjuangkan Islam Aswaja dan Keberagaman.
Sementara, berdasarkan survei Denny JA, isu-isu gres yang lebih pro rakyat dan menampilkan figur tokoh yang terasosiasi terhadap partai dapat mendongkrak elektabilitas partai terus meningkat.
Metode survei dilakukan secara multistage random sampling dengan jumlah responden 1.200 orang. Wawancara dilakukan secara tatap muka memakai kuesioner, dilengkapi diskusi kelompok terarah (FGD) dan analisis media massa. Margin of error survei ini yakni 2,9 persen.
Denny JA dalam hasil surveinya mengambarkan perubahan elektabilitas partai politik yang dibandingkan dengan hasil Pemilihan Umum 2014 silam. Parpol penghuni tiga besar diantaranya PDIP, Golkar dan Gerindra mulai menggeliat.
Pasca Golkar dipimpin Airlangga Suhartarto, Elektabilitasnya mulai menggerus PDIP. Sementara, Gerindra masih konsisten dengan tingkat keterpilihan 11,45 kalau Pemilu legislatif dilaksanakan hari ini.
Penghuni posisi keempat dan kelima pada Pemilu 2014, Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa juga patut diperhitungkan. Tingkat keterpilihan Partai pimpinan abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) itu pada Desember 2017 yakni 5,5%, Januari 2018 naik 0,5% menjadi 6,0%.
"PKB dan Demokrat menjadi partai penentu, salah satu penopang partai tiga teratas untuk pencapresan," kata Rully, peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Rabu, 24 Januari 2018.
Peluang PKB untuk terus naik semakin besar seiring isu-isu yang berkembang ketika ini, ibarat info Islam dan keberagaman. Diketahui, PKB selalu konsisten memperjuangkan Islam Aswaja dan Keberagaman.
Sementara, berdasarkan survei Denny JA, isu-isu gres yang lebih pro rakyat dan menampilkan figur tokoh yang terasosiasi terhadap partai dapat mendongkrak elektabilitas partai terus meningkat.
