Tokoh Nahdlatul Ulama, Muhaimin Iskandar, masih menjabat Ketua Umum PKB. Sedangkan, Susilo Bambang Yudhoyono menempati posisi Ketua Umum Partai Demokrat. Selain itu, di partai itu bernaung Agus Harimurti Yudhoyono.
Berkaca hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI), PKB mencatat 6,0 persen. Sementara itu, Partai Demokrat mencapai 6,2 persen.
Meskipun menempati posisi tengah, namun kedua partai itu diprediksi akan kuat dalam proses pengusungan bakal calon presiden-calon wakil presiden.
"PKB dan Demokrat. Satu (Partai Demokrat,-red) pernah menjadi partai besar. PKB menjadi papan tengah, alasannya menggaet figur besar. Demokrat 6,2 persen, PKB 6,0 persen. Bisa jadi partai penentu salah satu partai penopang tiga besar," tutur Rully Akbar, peneliti LSI, kepada wartawan, Rabu (24/1/2018).
Dia menjelaskan, PKB diuntungkan alasannya info terkait agama islam. Hal ini, alasannya basis pemilih partai itu dari Nahdlatul Ulama. Dia menilai, info agama islam sangat seksi.
Menurut dia, Partai Demokrat juga bisa mengungguli PKB apabila bisa memainkan isu-isu lainnya. Faktor penentu berada di sosok yang berada di partai tersebut.
"Cak Imin dan AHY mereka bersaing sebagai penopang elektabilitas. Demokrat ttidak mengedapnk SBY, tetapi kini AHY. PKB memakai Muhaimin faktor pendongkrak elektabilitas. Demokrat ini menjadi partai penentu di akhir," katanya.
