PKBNews - SELURUH calon Kepala Daerah, baik provinsi dan kabupaten/kota, yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) harus mempunyai kesepakatan untuk membela dan memperjuangkan kepentingan rakyat, ditengah gejolak problem kebangsaan yang semakin bermacam-macam dan kompleks.
Demikian dikatakan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Dr. A. Muhaimin Iskandar atau biasa disapa Cak Imin dikala memperlihatkan sambutan pada agenda Akademi Politik Kebangsaan (Akpolbang) dan penyerahan mandat politik kepada Cagub dan Cawagub yang akan berlaga pada Pilkada Serentak, Juni 2018 mendatang, di Jakarta, Jumat (5/1/2018).
Menurut Cak Imin, hal yang patut digarisbawai ialah tingginya ketimpangan ekonomi. Karena itu, setiap Kepala Daerah harus bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sesuai dengan potensi di kawasan masing-masing.
“Setiap Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur punya kewajiban untuk tingkatkan pertumbuhan ekonomi di masing-masing daerah,” kata Cak Imin.
Walaupun prestasi ekonomi secara nasional meningkat sebesar 4 persen dalam tiga tahun ini, berdasarkan Cak Imin, setiap kepala kawasan dihentikan terlena dan tetap meningkatkan kinerja serta dedikasi kepada masyarakat.
"Caranya ialah dengan menyusun agenda ekonomi kerakyatan yang berasaskan kebersamaan, sehingga pemerataan ekonomi sanggup terlaksana sesuai visi dan misi PKB," kata Cak Imin.
Karena itulah, melalui mandat politik PKB, Cak Imin berharap setiap calon Kepala Daerah itu guyub dalam kebersamaan, kepemimpinan yang melayani dan mengayomi, menghasilkan pembangunan yang berkelanjutan dan sustainable.
“Aset ekonomi kita dihentikan hanya dinikmati oleh sebagian kecil rakyat kita, tetapi harus gotong royong dinikmati,” ujar Cak Imin.
Pemberian mandat politik itu dilakukan secara simbolik oleh Cak Imin. “Kami menyerahkan mandat politik sekaligus kebutuhan manajemen yang akan diharapkan para calon dikala mendaftar,” kata Cak Imin.
Berikut pasangan cagub-cawagub yang menerima surat pemberian dari PKB untuk menghadapi Pilkada di wilayahnya masing-masing.
Di pilkada Riau surat pemberian diberikan PKB kepada Lukman Edy dan Asri. Lampung, surat pemberian dibreikan kepada pasangan calon Arinal Djunaidi dan Chusnunia.
Di Jawa Timur, pemberian diberikan kepada calon gubernur Saifullah Yusuf. Bali, diberikan kepada pasangan calon Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha. Nusa Tenggara Timur, diberikan kepada pasangan calon Marianus Sae dan Emelia Julia Nomleni.
Kemudian Nusa Tenggara Barat diberikan kepada Mohammad Suhaili dan Muhammad Amin. Sulawesi Selatan diberikan kepada Nurdin Halid dan Abdul AZiz Qahhar Mudzakkar.
Maluku diberikan kepasa Murad Ismail dan Barnabas Omo. Maluku utara diberikan kepada Burhan Abdurahman dan Ishak Jamaluddin.
Lalu Papua diberikan kepada Lukas Enembe dan Klemen Tinal.
“Saya ucapkan selamat kepada para pasangan calon kepala daerah. insya Allah menang di kawasan masing-masing,” tutur Cak Imin.
Cak Imin kemudian menyampaikan masih ada beberapa pasangan calon gubernur yang belum waktunya diberikan surat pemberian alasannya ialah belum final. Di samping itu, koalisi antarpartai pendukung juga belum menghasilkan kata sepakat.
“Jadi menunggu koalisi-koalisi yang sangat dinamis menjelang pwndaftaran. Ini proses politik biasa, syarat calon kepala kawasan harus mempunyai pemberian yang memadai,” tandas Cak Imin.
sumber : http://www.dpp.pkb.or.id/content/ini-pesan-cak-imin-untuk-kepala-daerah-yang-diusung-pkb
Demikian dikatakan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Dr. A. Muhaimin Iskandar atau biasa disapa Cak Imin dikala memperlihatkan sambutan pada agenda Akademi Politik Kebangsaan (Akpolbang) dan penyerahan mandat politik kepada Cagub dan Cawagub yang akan berlaga pada Pilkada Serentak, Juni 2018 mendatang, di Jakarta, Jumat (5/1/2018).
Menurut Cak Imin, hal yang patut digarisbawai ialah tingginya ketimpangan ekonomi. Karena itu, setiap Kepala Daerah harus bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sesuai dengan potensi di kawasan masing-masing.
“Setiap Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur punya kewajiban untuk tingkatkan pertumbuhan ekonomi di masing-masing daerah,” kata Cak Imin.
Walaupun prestasi ekonomi secara nasional meningkat sebesar 4 persen dalam tiga tahun ini, berdasarkan Cak Imin, setiap kepala kawasan dihentikan terlena dan tetap meningkatkan kinerja serta dedikasi kepada masyarakat.
"Caranya ialah dengan menyusun agenda ekonomi kerakyatan yang berasaskan kebersamaan, sehingga pemerataan ekonomi sanggup terlaksana sesuai visi dan misi PKB," kata Cak Imin.
Karena itulah, melalui mandat politik PKB, Cak Imin berharap setiap calon Kepala Daerah itu guyub dalam kebersamaan, kepemimpinan yang melayani dan mengayomi, menghasilkan pembangunan yang berkelanjutan dan sustainable.
“Aset ekonomi kita dihentikan hanya dinikmati oleh sebagian kecil rakyat kita, tetapi harus gotong royong dinikmati,” ujar Cak Imin.
Pemberian mandat politik itu dilakukan secara simbolik oleh Cak Imin. “Kami menyerahkan mandat politik sekaligus kebutuhan manajemen yang akan diharapkan para calon dikala mendaftar,” kata Cak Imin.
Berikut pasangan cagub-cawagub yang menerima surat pemberian dari PKB untuk menghadapi Pilkada di wilayahnya masing-masing.
Di pilkada Riau surat pemberian diberikan PKB kepada Lukman Edy dan Asri. Lampung, surat pemberian dibreikan kepada pasangan calon Arinal Djunaidi dan Chusnunia.
Di Jawa Timur, pemberian diberikan kepada calon gubernur Saifullah Yusuf. Bali, diberikan kepada pasangan calon Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha. Nusa Tenggara Timur, diberikan kepada pasangan calon Marianus Sae dan Emelia Julia Nomleni.
Kemudian Nusa Tenggara Barat diberikan kepada Mohammad Suhaili dan Muhammad Amin. Sulawesi Selatan diberikan kepada Nurdin Halid dan Abdul AZiz Qahhar Mudzakkar.
Maluku diberikan kepasa Murad Ismail dan Barnabas Omo. Maluku utara diberikan kepada Burhan Abdurahman dan Ishak Jamaluddin.
Lalu Papua diberikan kepada Lukas Enembe dan Klemen Tinal.
“Saya ucapkan selamat kepada para pasangan calon kepala daerah. insya Allah menang di kawasan masing-masing,” tutur Cak Imin.
Cak Imin kemudian menyampaikan masih ada beberapa pasangan calon gubernur yang belum waktunya diberikan surat pemberian alasannya ialah belum final. Di samping itu, koalisi antarpartai pendukung juga belum menghasilkan kata sepakat.
“Jadi menunggu koalisi-koalisi yang sangat dinamis menjelang pwndaftaran. Ini proses politik biasa, syarat calon kepala kawasan harus mempunyai pemberian yang memadai,” tandas Cak Imin.
sumber : http://www.dpp.pkb.or.id/content/ini-pesan-cak-imin-untuk-kepala-daerah-yang-diusung-pkb
