ADS

Catatan Dari Kota Orang-Orang Terkuat

Oleh: Abdul Kadir Karding
Sekretaris Jenderal DPP PKB

TAHUKAH Anda warga Indonesia paling kuat? Ok, saya beri klu-nya. Mereka tinggal di Sulawesi Tengah, di kota ber teluk yang didatangi Presiden Soekarno, konsolidasi melawan pemberontakan Premesta. Tempat itu dia sebut sebagai mutiara dari timur. Tempat kebanyakan suku Kalia tinggal.
Betul. Orang-orang terkuat di negeri khatulistiwa ini, yakni warga Palu. Buktinya, walau tiap hari di-Palu, tetap segar bugar.
Tentu saja ini joke semata. Walaupun sanggup jadi juga dekati kenyataan. Tentu bukan alasannya yakni tiap hari dipalu, tapi alasannya yakni tiap hari rata-rata warga Palu menyantap ikan maritim yang sehat.
Kalau Anda pernah dengar dongeng kesaktian hilang alasannya yakni dipukul daun kelor, orang-orang Palu, mengakibatkan daun kelor sebagai lauk yang nikmat. Penyerta hidangan yang pas untuk ikan maritim atau Kaledo yang konon ekstrim kolesterol. Kaledo, akronim dari Kaki Lembu Donggala yang direbus bening disajikan suam-suam, lazit jidan, yummy nain! Dongala yakni kabupaten jiran Kota Palu.
Kabupaten kawasan saya dilahirkan yang saya tinggalkan usai lulus SD, merantau mondok di Kota Palu dari Sekolah Menengah Pertama sampai SMA. Saya menentukan di Palu, menempa diri. Ingat, di Palu, bukan dipalu.
Dan kemarin, 16-19 Maret, saya berkesemapatan kembali mereguk aroma Kota Palu, di sela-sela perhelatan Musyawarah Wilayah (Muswil) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Tengah dan Konsolidasi para wakil rakyat wilayah Indonesia timur, yang berhimpun di PKB. Tidak saya sia-siakan untuk bersilaturrahim dengan teman-teman masa Sekolah Menengan Atas dan SMP, bertemu dengan guru-guru saya dahulu. Salah satunya dengan Pak Petrus Tapan, guru fisika, ketika saya berguru di Sekolah Menengah Pertama 9 Palu. Beliau sudah pensiun, dan tetap bugar.
Acara Muswil dan konsolidasi PKB Indonesia Timur, juga sangat menggetarkan, dalam bahasa Palu, Nomoni. Cak Imin, Ketua Umum PKB, secara khusus memperlihatkan pidato politik yang membangun optimisme atas Indonesia di masa depan. Semangat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, terus digelorakan oleh Cak Imin melalui orasi yang tajam, gamblang, diselingi dengan humor-humor khas Nahdliyin. “Kader PKB, harus berjuang lebih keras, menyambangi rakyat, bersama rakyat. Dan mulai bekerja jauh-jauh hari sebelum Pemilu 2019,” tegas Cak Imin yang sesekali menarik hati akseptor yang secara tampang, memperlihatkan kader PKB asli, alasannya yakni kelihatan tak punya uang. “Dibanding dengan partai lain yang berlimpah uang, PKB masuk mustadlafin. Karenanya curahkanlah tenaga sepenuhnya, semenjak hari ini, bekerja dengan sesama mustaldafin yang kebanyakan yakni rakyat jelata”. Ketum PKB itu ingin Meneguhkan DPRD PKB sebagai pembela rakyat.
Beruntung, semangat cak Imin nyambung dengan semangat para kader. Dua Ratus lebih anggota DPRD kompak berkumpul hadir konsolidasi DPRD se Indonesia timur, bahkan Fudail, anggota DPRD rela naik motor angsa dari Parepare, Sulawesi Selatan ke Kota Palu, Sulawesi Tengah, 15 Jam! Jangan bayangkan jalan di Pulau Jawa yang mulus dan terang. Yang lainnya juga tak kalah semangat menempuh perjalanan yang tak ringan biar sanggup hadir bersama membela rakyat.
Konsolidasi yakni silaturrahim. Nabi Muhammad shalli ‘alaih, bersabda, barang siapa ingin dipanjangkan rizqi dan umurnya, maka hendaklah menyambung tali silaturrahim. Dan menyambung tali silaturrahim bergotong-royong bukan hanya merawat kekerabatan yang telah baik. Sebaik-baik silaturrahim, selain kepada yang memang selama ini telah baik hubungannya, juga harus dilakukan dengan yang agak renggang. Nabi berwasiat, “Orang-orang yang menyambung silaturrahim itu, bukanlah yang menyambung kekerabatan yang sudah terjalin, akan tetapi orang yang menyambung silaturrahim ialah orang yang menjalin kembali kekerabatan yang terputus”.
Sebaliknya, dengan tegas dalam sebuah hadis, nabi juga menekankan, tak akan masuk nirwana orang yang memutus tali silaturrahim.
Ayo terus bersilaturrahim, ayo terus berkonsolidasi, mari teguhkan semangat silaturrahim untuk menegaskan posisi kita berjuang membela rakyat. Rangkaian konsolidasi telah dimulai dari Palu, Indonesia Timur, dan terus akan berlanjut ke seluruh Indonesia. Bangkitlah Bangsa Indonesia!

Sumber : http://www.dpp.pkb.or.id/content/catatan-dari-kota-orang-orang-terkuat

Subscribe to receive free email updates:

ADS